Haykal dan Si Burung

Haykal masih ingat tempat yang disambanginya
bersama Pak Samsudin saat dia masih kecil. Batu besar
di pinggir sungai menjadi tanda yang paling gampang
diingat. Haykal menepikan sampannya di dekat batu dan menariknya ke darat agar tidak hanyut oleh arus sungai.
Diturunkannya semua bekal dan peralatan kerjanya
untuk membersihkan hutan dan semak belukar.

Mula-mula dia membangun sebuah pondok untuk
tempat tinggalnya selama berladang. Ia manfaatkan
batang-batang pohon yang ada di tempat itu.
Disusunnya satu persatu hingga dapat melindunginya
dari terik matahari saat istirahat atau terpaan air saat
hujan.

Kerja keras Haykal membuahkan hasil. Lahan untuk
berladang sudah ia bersihkan dari belukar dan pohon
pohon besar. Ia menebang semua pohon seorang diri.
Ia memotong kayu, lalu mengumpulkan potongan kayu
di dekat pondoknya. Saat semua dirasa sudah cukup,
Pego memutuskan untuk beristirahat di dalam pondok
yang dibangunnya.

Rasa capek bekerja membersihkan lahan selama
berhari-hari membuat tidur Haykal setiap malam menjadi
lelap. Haykal tak menyadari malam itu ada tamu yang
datang di lahannya. Haykal masih mendengkur saat ada tujuh burung hinggap di atas pohon di seberang lahan
yang dibersihkannya.

"Kakak, lihat ini ulah manusia serakah yang tidak
punya malu. Tempat bermain kita dirusaknya. Pohon
pohon tempat kita bermain hilang ditebangnya," kata
salah satu burung.

"Kita harus beri dia pelajaran. Biar dia tak seenaknya
menebang dan merusak hutan kita. Kasihan kawan
kawan kita yang kehilangan tempat dan keluarganya
karena sarang-sarang mereka ikut musnah bersama
pohon-pohon yang ditebangnya.

"Setuju. Tampaknya pelaku semua ini tinggal
di pondok dekat sungai itu. Lantas, bagaimana kita
mengusirnya?" sahut yang lain.

"Tenanglah. Kekuatan dari kayangan akan membuat
dia ketakutan besok pagi dan kabur dari tempat ini,"
kata salah seekor burung yang tampaknya paling
disegani di antara yang lain.

Dalam sekejap lahan yang sudah beberapa hari
dibersihkan oleh Haykal berubah. Lahan yang siap
ditanami dengan tanaman pertanian berubah menjadi rimbun oleh semak belukar yang kembali tumbuh dengan
pesat. Pohon-pohon pun demikian juga. Tak tampak lagi
lahan yang siap ditanami. Semua sudah menjadi belukar
dan hutan belantara lagi.

Haykal terkejut saat bangun pada pagi hari. Banyak
tanaman merambat muncul di sekitar tempat dia
tidur. Tanaman itu telah merambat masuk ke dalam
pondoknya. Haykal melompat bangun saat
sadar pondoknya telah rimbun. Ia melihat keluar pondok.
Tidak ada lahan kosong yang dia bersihkan kemarin.
Ia melihat ke arah sungai untuk memastikan batu dan
perahunya masih ada di tempatnya. Benar, dia berada
di tempat yang sama seperti kemarin. Namun, alam
telah berubah. Pohon-pohon telah tumbuh besar dan
lebat seperti semula.

Tak patah arang, Haykal mengambil parangnya.
Semua belukar dan pohon-pohon di lahannya kembali
dibabatnya. Tak sampai senja semua pekerjaan telah
selesai. Pohon-pohon besar seakan lebih mudah ditebas.
Ia bersihkan lagi lahannya hari itu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kartini Modern

Mengenal Cinta

Kerinduan