Curhatan Haykal dengan Ayah Angkatnya

Haykal tumbuh besar di dalam keluarga Pak Samsudin.
Kasih sayang Pak Samsudin ditunjukkan dengan caranya
mendidik Haykal. Haykal belajar segala hal terkait kehidupan bermasyarakat dan keterampilan khas masyarakat yang hidup di pedalaman. Cara berburu, berladang, dan mencari ikan harus dikuasai oleh anak laki-laki. Mereka harus mahir melakukan itu untuk masa depan mereka.

Selain itu, saling menolong dan bekerja sama di tengah
masyarakat juga ditekankan dalam kehidupan Haykal.
Pak Samsudin sangat bangga dengan anaknya. Dilihatnya Haykal yang tidak mengeluh saat membantunya di ladang atau berburu. Haykal tak akan menghentikan parangnya untuk membabat tanaman liar yang mengganggu tanaman Pak Samsudin.

"Kita istirahat dulu, Haykal. Matahari sudah tinggi.
Kita makan dan kumpulkan tenaga dahulu" kata Pak
Samsudin.

"Baik, Ayah, tetapi masih sisa sedikit lagi. Tanggung
kalau tidak sekalian dibersihkan," jawab Haykal sambil
terus mengayunkan parangnya.

"Kalau sudah selesai langsung istirahat dan makan
ya. Ayah tunggu di pondok," kata Pak Samsudin sambil
menggeleng-gelengkan kepala saat melihat cara kerja
Haykal.

Lahan pemberian Pak Samsudin terletak agak jauh
dari kampung Haykal. Diperlukan beberapa hari untuk
menempuh perjalanan ke arah hulu Sungai Kandilo.
Menyediakan lahan untuk dijadikan ladang oleh Pego
adalah salah satu bentuk kepercayaan Pak Samsudin bahwa Haykal sudah dewasa. Haykal harus menggarap ladang agar dapat menyiapkan masa depannya sendiri. Hasil berladang juga dapat digunakan untuk melangsungkan pesta perkawinan bagi pemuda lajang. Haykal juga tak boleh bergantung kepada orang tua angkatnya. Haykal, Pak Samsudin, dan warga kampung terbiasa pergi beberapa hari meninggalkan kampung untuk mengurus ladang
karena rata-rata ladang mereka jauh dari kampung

"Inilah ladangmu, Haykal. Kelak engkau akan
mengolahnya. Simpan hasilnya untuk masa depanmu,
Nak Ayah hanya bisa memberikan ini sebagai bekal
hidupmu nanti," kata Pak Samsudin saat mengajak Haykal kecil menyambangi ladang mereka.

"Ayah telah banyak berkorban untuk Haykal, Ayah
telah memberikan banyak ilmu tentang kehidupan
kepada Haykal. Haykal saat ini belum bisa membalas budi baik Ayah. Haykal berjanji akan membalas budi baik Ayahdan Ibu yang telah merawat dan membimbing Haykal dengan tulus dan ikhlas," Haykal berkata sambil memeluk Pak Samsudin. Pak Samsudin terharu dengan sikap Haykal yang terlihat lebih dewasa daripada umurnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kartini Modern

Mengenal Cinta

Kerinduan