Cinta yang dirindukan

Cinta tak hanya tentang hubungan fisik, tetapi juga spiritual dan magis. Karena ada beberapa hal yang mungkin hanya bisa dijelaskan secara nonmateri karena hanya bisa dirasakan, salah satunya adalah rasa rindu. Merindukan seseorang mungkin mudah kita ketahui cirinya, tetapi bagaimana saat ada seseorang yang merindukan kita?

Sebagai seseorang yang memiliki mimpi yang sering dan kuat, tidak asing dengan orang-orang yang muncul di dalamnya. Itu pertanda mereka mungkin memikirkanku dan merindukanku. Dan selalu ada alasan. Ketika mulai sering memimpikan seseorang, itu adalah sebuah koneksi, atau yang akan segera datang. Jadi, jika seseorang yang sudah lama tidak terlihat mulai muncul dalam mimpi Anda, itu pertanda besar bahwa mereka mungkin merindukanmu.

Sering terjadi ketika seseorang sangat merindukanmu. Mereka memiliki pikiran dan perasaan yang intens tentangmu. Transformasi tiba-tiba dalam emosimu dalam pengertian itu, bersifat eksternal. Ketika kamu merasa bahwa ada hal aneh tentang dirimu, misalnya saat ini kamu tertawa lalu tiba-tiba melamun, atau galau. Bisa jadi ada seseorang yang punya koneksi kuat denganmu dan merasakan hal yang sama.

Pikiran memang selalu mengejutkan, terkadang ada hal-hal yang muncul secara tak sengaja yang membuatmu tertuju pada suatu kenangan masa lalu atau mungkin wajah seseorang yang sudah lama tak terlihat. Padahal tak ada alasan yang jelas mengapa dirimu tiba-tiba memikirkannya, ini hanya bersifat spontan dan random. Sama seperti perubahan suasana hati, ini mungkin terjadi secara supranatural yang menunjukkan bahwa orang tersebut juga mungkin sedang memikirkanmu.

Saat kamu terhubung kuat dengan seseorang, bahkan saat kalian tidak saling menghubungi satu sama lain. Tetapi firasatmu mengatakan bahwa dia sedang merindukanmu atau terus menerus memikirkan namanya. Hal ini berarti bahwa kalian terhubung secara emosional dan mengenali energi yang diberikan kepadamu.

Kata orang jatuh cinta berjuta rasanya. Tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Bagi beberapa orang, jatuh cinta bagaikan duduk di atas rollercoaster yang melesat naik turun.

Apalagi yang namanya rindu alias kangen. Membuat kita merasa campur aduk, kadang seolah tak tertahankan. Kenapa kita merindukan seseorang? Kenapa perasaan tersebut begitu intens?

Hari ini kangennya biasa saja, besok benar-bener pengen ketemu, lusa kangen sampai mau nangis. Akrab dengan perasaan seperti ini? Bagi wanita, intensitas rasa kangen juga dipengaruhi oleh aktivitas hormon.

Menurut Gabrielle Lichterman dari Hormone Horoscope, pasang surutnya estrogen, testosteron, dan progesteron pada siklus bulanan wanita bisa mempengaruhi suasana hati, sensitivitas, dan tingkat ketergantungan kita pada seseorang. Hormon-hormon ini pula yang menjadi pendorong munculnya perasaan sentimental saat kita sedang merindukan seseorang.

Menurut Lichterman, biasanya wanita akan melewati fase berikut saat berjauhan dengan pasangan atau seseorang yang mereka sayangi. Pada minggu pertama atau hari-hari pertama menstruasi, wanita akan merindukan momen-momen menyenangkan bersama pasangan. Di minggu kedua, mereka akan mulai merindukan kedekatan fisik dengan pasangan, meskipun pada dasarnya mereka masih bisa menikmati perasaan independen karena leluasa melakukan apa saja tanpa harus mengkhawatirkan pasangan.

Pada minggu ketiga, wanita memasuki masa ovulasi dan naluri keibuan mereka mulai berbicara. Setiap wanita memiliki hasrat untuk nurturing (merawat) dan keinginan ini baru bisa terpuaskan dengan memperhatikan dan melakukan hal-hal kecil untuk orang yang disayangi. Pada minggu terakhir, keberadaannya di sekitar kita menjadi kebutuhan 'darurat' yang harus segera dipenuhi.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jatuh cinta berhubungan dengan hormon dopamin. Hormon ini memiliki pengaruh kuat terhadap rasa sakit, bahagia, dan hasrat. Kedekatan fisik bersama orang yang disayangi akan membuat produksi dopamin memuncak, karena itulah otak merespon dengan menerjemahkan keberadaan orang yang disayangi sebagai sebuah reward.

Efek ketergantungan terhadap dopamin sama kuatnya dengan candu. Produksi dopamin juga mempengaruhi hormon serotonin yang mengendalikan tingkat stres, suasana hati, dan nafsu makan. Karena itulah, berjauhan dengan sosok yang kita sayangi terasa begitu berat dan menyakitkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kartini Modern

Mengenal Cinta

Kerinduan