Tugas

https://www.ngodop.com/2021/07/setelah-para-tetua-pergi.html?m=1

Didalam cerpen tersebut aroma bacaannya sangat menarik apa lagi di bagian awal.. “Sejak kapan kamu menolak cerutu? Bukannya kamu dulu adalah seorang pecinta cerutu?” tanya orang yang menyodorkan sekotak cerutu tadi.

“Sejak beberapa menit yang lalu,” tukasnya singkat.

Jutek sekali.. hehe..

Cerpen ini menunjukkan fantasi yang berwarna lokal Indonesia. Penulis Indonesia membuat cerita fantasi berbau lokal dengan rinciannya yang unik. Membaca *Setelah Para Tetua Pergi* , siapa pun akan mendebat pendapat itu dan meyakini: waktunya anak muda unjuk gigi. Sangat lokal, fantastik, dan tak terlupakan.

“Jika kalian membaca dengan baik buku nubuat yang sudah kami tulis ribuan tahun lalu, berarti ini memang sudah saatnya. Waktunya sudah hampir datang,” 

Karena dengan membaca kita akan mengetahui sesuatu yang belum kita ketahui, seperti nanti ketika para tetua pergi, kita bisa mencarinya lewat buku.

Penulis cerpen ini tentu melakukan riset untuk mendalami cerita dan memberikan gambaran tentang cerita yang dia buat. Ingat, sebagian besar berdasarkan kehidupan sehari-hari. Jadi sangat bagus bila bacaannya fakta yang terjamin kualitas ceritanya.

Namun dengan memperhatikan fakta di atas, hemat saya, akan menerbitkan semacam apresiasi dan rasa ingin tahu. Keingintahuan merupakan salah satu pendorong kuat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kartini Modern

Mengenal Cinta

Kerinduan