Istiqomah
Bisa dibilang kita sering mendengar atau bahkan mengucapkan kata istiqomah, namun meskipun begitu masih banyak orang yang belum mengetahui makna dari istiqomah itu sendiri. Istiqomah kerap diucapkan dalam berbagai kegiatan maupun kesempatan. Istiqomah sendiri memiliki makna lurus, tegak atau dalam bahasa bakunya adalah konsisten.
Istiqomah menurut Ali Bin Abi Thalib adalah sebagai tindakan melakukan suatu kewajiban.
Ibnu Abbas memaknai istiqomah dengan tiga arti, pertama adalah istiqomah dengan lisan dengan sikap bertahan dengan membaca syahadat. Kemudian yang kedua adalah istiqomah dengan hati yakni dengan melakukan segala dengan disertai niat yang jujur. Dan terakhir adalah istiqomah dengan jiwa di mana seseorang senantiasa menjalankan ibadah serta ketaatan kepada Allah secara terus menerus.
An-Nawani memaknai istiqomah sebagai tetap di dalam ketaatan. Sehingga istiqomah sendiri memiliki pengertian bahwa seseorang senantiasa ada di dalam ketaatan dan di atas jalan lurus di dalam menjalankan ibadah kepada Allah Swt.
Mujahid memaknai istiqomah sebagai komitmen terhadap kalimat syahadat dan juga tauhid hingga bertemu dengan Allah Swt.
Menjadi seorang Muslim yang istiqomah tak semudah yang dibayangkan. Perlu usaha serta keikhlasan menghadapi berbagai hal di dalam hidup. Namun, bagi mereka yang selalu istiqomah, terutama ketika beribadah kepada Allah SWT, surga serta rezeki yang melimpah akan menjadi ganjarannya.
Allah mencintai hamba-Nya yang senantiasa istiqomah, meski kecil, Dia akan lebih mengapresiasinya daripada tidak sama sekali. Dalam sebuah ayat di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman bahwa seorang Muslim yang tetap memaknai dan mengamalkan arti istiqomah di jalan-Nya maka akan selalu dilapangkan rezekinya oleh Allah SWT. Hal ini tertulis di dalam Surat Al-Jin ayat 16 yang artinya :
"Dan bahwasannya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang melimpah)."
Komentar